Pengaruh Suku Bunga Bank Indonesia dan Harga Minyak Brent terhadap Return Saham Emiten Sektor Transportasi
DOI:
https://doi.org/10.61083/ebisma.v6i2.121Keywords:
harga minyak brent, suku bunga Bank Indonesia, return saham, sektor transportasiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga Bank Indonesia dan harga minyak dunia acuan brent terhadap return saham emiten sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian yang secara khusus menyoroti emiten sektor transportasi periode observasi 2019-2025 yang mencakup fase pra-pandemi, pandemi dan pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dari Bank Indonesia, U.S. Energy Information Administration, Yahoo Finance dan rujukan Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian terdiri atas 13 emiten yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dengan total 1.079 observasi panel seimbang yang dianalisis menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga Bank Indonesia dan harga minyak dunia acuan brent berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham emiten sektor transportasi. Secara teoritis, hasil ini memperkuat relevansi Arbitrage Pricing Theory (APT) dalam menjelaskan pearuh faktor risiko makroekonomi terhadap return saham. Secara praktis, temuan ini menegaskan bahwa investor, manajemen perusahaan dan pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan dinamika suku bunga dan harga minyak dunia dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan investasi, pengelolaan risiko dan kebijakan sektoral.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kisti Wijayanti, Heidi Siddiqa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.























